3. Sekarang kehidupanmu telah mendekati akhir, dan engkau telah mulai berjalan ke hadapan raja kematian (Yama) Tidak ada tempat berhenti bagimu di perjalanan, sedang engkau beium memiliki bekal untuk perjalananmu.
Namun, seseorang yang dipuji oleh para bijak setelah mengamatinya dari hari ke hari, adalah dia yang berkarakter sempurna, bijaksana, serta memiliki pengetahuan dan kebajikan.

Catatan Mendalam

Sang Buddha menyampaikan bait ini di Biara Jetavana terkait dengan seorang umat awam bernama Atula. Atula dan pengikutnya merasa tidak puas dengan gaya pengajaran para siswa Buddha (ada yang diam, ada yang terlalu panjang lebar, ada yang terlalu singkat). Sang Buddha mengajarkan bahwa pujian dan celaan adalah hal biasa di dunia. Beliau menasihati agar kita tidak terpengaruh oleh opini orang lain, melainkan melatih ketenangan batin seperti unsur tanah, air, api, dan udara yang tidak terganggu oleh apa pun yang diberikan kepadanya.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 229. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?