1. Sekarang ini engkau bagaikan daunjnengering layu. Para utusan raja kematian (Yama) telah menaptimu. Engkau telah berdiri di ambang pintu keberangkatan, namun tidak kau miliki bekal untuk perjalanan nanti.
Wahai Atula, ini adalah praktik lama, bukan hanya hari ini: orang mencela mereka yang diam, mereka yang banyak bicara, dan mereka yang bicara secukupnya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang luput dari celaan.

Catatan Mendalam

Ayat ini disampaikan di Vihara Jetavana berkaitan dengan seorang umat awam bernama Atula yang merasa tidak puas dengan para bhikkhu karena gaya pengajaran mereka yang berbeda-beda—ada yang terlalu pendiam, terlalu panjang lebar, atau terlalu singkat. Sang Buddha menjelaskan bahwa kritik dan pujian adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan duniawi, bahkan bagi orang suci sekalipun. Ajaran ini menekankan pentingnya melampaui opini orang lain dan mengembangkan ketabahan batin (kṣānti) daripada mencari validasi eksternal.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 227. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?