7. 0 Atula, hal itu telah ada sejak dahulu dan bukan baru saja ada sekarang, di mana mereka mencela orang yang duduk diam, mereka mencela orang yang banyak bicara, mereka juga mencela orang yang sedikit bicara. Tak ada seorangpun di dunia ini yang tak dicela.
Bagaikan seseorang yang telah lama pergi, kemudian kembali ke rumahnya dengan selamat dari tempat yang jauh, kerabat, sahabat, dan orang-orang tercinta menyambutnya dengan penuh sukacita saat ia tiba.

Catatan Mendalam

Kisah ini menceritakan tentang Nandiya, seorang umat awam yang sangat berbakti dan dermawan. Karena tulusnya ia mendukung Sangha dan orang yang membutuhkan, ia memperoleh kebajikan besar yang membuahkan kelahiran di alam surga. Sang Buddha menjelaskan bahwa ketika seseorang yang banyak berbuat baik meninggal dunia, ia akan disambut di alam berikutnya dengan kegembiraan yang sama seperti saat seseorang pulang ke kampung halaman setelah lama pergi. Ajaran ini menekankan pentingnya niat (cetana) dalam melakukan perbuatan baik. Kebajikan sejati tidak bergantung pada jumlah materi yang diberikan, melainkan pada ketulusan dan kerendahan hati. Sebaliknya, mereka yang tidak memiliki hati yang tulus akan menuai akibat yang sepadan. Hukum karma bekerja dengan pasti, seperti bayangan yang mengikuti pemiliknya; apa yang kita tanam dalam pikiran dan tindakan hari ini, itulah yang akan kita tuai di masa depan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 219. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?