5. Orang-orang suci yang tidak menganiaya makhluk lain dan selalu terkendali jasmaninya, akan sampai pada Keadaan Tanpa Kematian (Nibbana); dan setelah sampai ' pada keadaan itu, kesedihan tak akan ada lagi dalam dirinya.
Mereka yang memiliki kebajikan dan pandangan benar, hidup dalam kebenaran, memahami hakikat kehidupan, dan menjalankan kewajibannya dengan sempurna, dialah yang layak mendapatkan penghormatan.

Catatan Mendalam

Kisah ini terjadi di Biara Jetavana, berkaitan dengan lima ratus pemuda yang awalnya tidak menawarkan makanan kepada Sang Buddha dan para murid-Nya saat bertemu di jalan. Namun, setelah mendapat bimbingan dari Yang Mulia Mahakassapa, mereka kemudian kembali untuk berdana makanan. Ketika para biksu merasa heran, Sang Buddha menjelaskan bahwa seorang praktisi seperti Mahakassapa dihormati karena kebajikan, disiplin, dan pandangan benarnya. Sang Buddha menekankan bahwa nilai seseorang tidak terletak pada pengetahuan akademis, melainkan pada keutuhan moral, kematangan spiritual, dan kemampuan untuk mewujudkan kebenaran dalam tindakan nyata. Khotbah ini mengingatkan praktisi untuk senantiasa menjaga sila (moralitas) dan mengembangkan kebijaksanaan sebagai landasan utama kehidupan spiritual.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 217. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?