1. Orang yang memperjuangkan apa yang seharusnya dihindari, dan tidak memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan; melepaskan apa yang baik dan melekat pada apa yang menyenangkan, akan merasa iri terhadap mereka yang tekun dalam latihan.
Kemenangan melahirkan permusuhan; yang kalah hidup dalam penderitaan. Mereka yang damai hidup bahagia, melepaskan diri dari kemenangan maupun kekalahan.
Catatan Mendalam
Kisah ini terjadi di Biara Jetavana terkait Raja Pasenadi dari Kosala yang mengalami depresi setelah tiga kali kalah perang melawan Raja Ajatasattu. Sang Buddha menjelaskan bahwa kemenangan melahirkan kebencian dan kekalahan membawa penderitaan. Ketenangan sejati hanya dapat dicapai dengan melampaui konsep dualistik menang dan kalah yang bersumber dari ego. Dengan melepaskan keterikatan pada hasil, seseorang dapat hidup damai.
Ayat ini menjelaskan bahwa kemenangan dan kekalahan adalah sumber penderitaan. Kemenangan dapat menimbulkan permusuhan, sementara kekalahan membawa kesedihan.
Sang Buddha mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati ditemukan dalam kedamaian batin, yang dicapai dengan melepaskan diri dari keterikatan pada hasil, baik itu kemenangan maupun kekalahan. Ini berarti melampaui dualitas menang-kalah yang seringkali didorong oleh ego.
Apakah Anda ingin merenungkan lebih lanjut tentang bagaimana melepaskan keterikatan pada hasil dapat membawa kedamaian dalam hidup Anda?
🌿
Asisten Zen AI
Aktif
Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 201. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?
⭐
Simpan Ayat Favorit
Untuk menyimpan dan meninjau ayat-ayat Dhammapada favorit Anda kapan saja, silakan masuk ke WebApp atau aplikasi TU.