12. Ia yang telah berlindung pada Buddha, Dhamma dan Sangha, dengan bijaksana dapat melihat Empat Kebenaran Mulia, yaitu:
Sulit untuk terlahir sebagai manusia; sulit pula kehidupan bagi mereka yang fana. Sulit untuk memperoleh kesempatan mendengar Kebenaran Sejati, dan sulit untuk menjumpai bangkitnya para Buddha.

Catatan Mendalam

Sang Buddha menyampaikan syair ini terkait kisah Raja Naga Erakapatta. Dalam kehidupan lampau, ia adalah seorang biarawan yang secara tidak sengaja merobek sehelai daun, yang berbuah pada kelahiran sebagai naga selama banyak masa kehidupan. Kisah ini menegaskan betapa berharganya kelahiran manusia—ibarat kura-kura buta yang mencari kayu apung di samudra luas. Buddha mengingatkan bahwa menjadi manusia, bertahan hidup, mendengar Dharma, dan bertemu dengan ajaran Buddha adalah hal-hal yang sangat sulit dicapai. Pesan ini ditujukan untuk menghargai kehidupan dan membangun keharmonisan keluarga sebagai tempat berlindung, serta mendorong pengenalan akan sifat Buddha dalam diri sendiri melalui meditasi, yang merupakan perjumpaan sejati dengan Buddha.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 182. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?