5. Tidak melakukan segala bentuk kejahatan, mengembangkan kebajikan dan membersihkan batin; inilah Ajaran Para Buddha.
Sungguh, orang yang kikir tidak akan terlahir di alam surga; orang bodoh tidak memuji kemurahan hati. Namun orang bijak bersukacita dalam memberi, dan karena itu saja mereka akan berbahagia di kemudian hari.

Catatan Mendalam

Kisah ini terjadi di Vihara Jetavana mengenai persembahan agung. Raja Pasenadi mengundang Buddha dan Sangha untuk makan siang, namun ia terobsesi untuk memberikan persembahan yang lebih besar daripada rakyatnya. Di antara para menterinya, Kāla merasa kesal karena biaya yang besar, sementara Junha merasa sangat gembira. Karena melihat kebakhilan Kāla, Buddha tidak memberikan pujian atas persembahan raja tersebut, karena beliau tahu bahwa pujian itu justru akan memicu kemarahan fatal dalam diri Kāla. Buddha justru mengajarkan bahwa persembahan yang sejati terletak pada kemurnian hati, bukan kemegahan materi. Mereka yang kikir dan membenci kebajikan orang lain akan memanen penderitaan, sedangkan mereka yang bijak akan bersukacita dalam berdana dan meraih kebahagiaan di masa depan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 177. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?