3. Orang bijaksana yang tekun bersamadi, yang bergembira dalam kedamaian pelepasan, yang memiliki kesadaran sejati dan telah mencapai Penerangan Sempuma, akan dicintai oleh para dewa.
Angsa terbang di jalur matahari; orang berkekuatan batin melintas di udara; namun orang bijaklah yang lepas dari dunia ini setelah menaklukkan Mara beserta pasukannya.
Catatan Mendalam
Kisah ini terjadi ketika tiga puluh bhikkhu mengunjungi Sang Buddha di Jetavana. Setelah mendengarkan ajaran-Nya, mereka mencapai tingkat kesucian Arahant dan terbang melintasi angkasa dengan kekuatan batin mereka. Melihat angsa-angsa terbang di langit, Sang Buddha menjelaskan bahwa meskipun mereka yang memiliki kekuatan batin dapat terbang di udara, hanya mereka yang bijaksana, yang telah menaklukkan Mara (kotoran batin), yang mampu melampaui dunia samsara ini. Pengajaran ini menekankan bahwa kekuatan batin hanyalah fenomena sampingan dan tidak menjamin pembebasan. Kemajuan sejati terletak pada pengembangan kebijaksanaan dan penghancuran ketidaktahuan serta noda batin, yang merupakan akar penderitaan. Fenomena lahiriah hanyalah sementara; hanya realisasi kebenaran mutlak yang membawa pada akhir dari kelahiran dan kematian.
Ayat ini menjelaskan bahwa orang bijaksana yang tekun bermeditasi, menemukan kebahagiaan dalam pelepasan, dan memiliki kesadaran sejati, akan mencapai Penerangan Sempurna dan dicintai oleh para dewa.
Meskipun ada yang memiliki kekuatan batin seperti terbang, kebijaksanaan sejati adalah kunci untuk melampaui dunia ini. Ini berarti menaklukkan Mara, yaitu kotoran batin seperti keserakahan, kebencian, dan kebodohan. Kekuatan batin hanyalah fenomena sampingan; pembebasan sejati datang dari pengembangan kebijaksanaan dan penghancuran noda batin. Hanya dengan merealisasikan kebenaran mutlak, seseorang dapat mengakhiri siklus kelahiran dan kematian.
Apakah ada bagian dari penjelasan ini yang ingin Anda renungkan lebih lanjut?
🌿
Asisten Zen AI
Aktif
Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 175. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?
⭐
Simpan Ayat Favorit
Untuk menyimpan dan meninjau ayat-ayat Dhammapada favorit Anda kapan saja, silakan masuk ke WebApp atau aplikasi TU.