5. K’ejahatan yang dilakukan oleh diri sendiri, timbul dari diri sendiri serta disebabkan oleh diri sendiri, akan menghancurkan orang bodoh, bagaikan intan memecah permata yang keras.
Jika seseorang menyayangi dirinya sendiri, ia harus menjaga dirinya dengan sungguh-sungguh. Biarlah orang bijak berjaga-jaga pada salah satu dari tiga waktu malam.

Catatan Mendalam

Bait ini diucapkan berkenaan dengan Pangeran Bodhi, yang sangat mendambakan seorang anak. Ia menggelar karpet untuk Sang Buddha, bersumpah dalam hati bahwa jika Sang Buddha menginjaknya, ia akan dikaruniai keturunan. Sang Buddha yang mengetahui masa lalunya, menolak. Beliau menjelaskan bahwa di kehidupan sebelumnya, Bodhi dan istrinya memakan telur dan bayi burung untuk bertahan hidup, dan karma buruk inilah yang menyebabkan mereka tidak memiliki anak. Sang Buddha mengajarkan bahwa benar-benar mencintai diri sendiri berarti melindungi diri dari perbuatan buruk di sepanjang 'tiga waktu' (tahapan kehidupan: masa muda, paruh baya, dan masa tua). Orang bijak melihat ke depan, memahami bahwa tindakan saat ini membentuk hasil di masa depan. Cinta diri sejati adalah menjaga kemurnian moral agar membawa kedamaian, bukan penderitaan di masa depan.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 157. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?