3. Sebagaimana ia mengajar orang lain, demikianlah hendaknya ia berbuat. Setelah ia dapat mengendalikan dirinya sendiri dengan baik, hendaklah ia melatih orang lain. Sesungguhnya amat sukar untuk mengendalikap diri I sendiri. I
Mereka yang di masa mudanya tidak menjalani kehidupan suci, atau gagal mengumpulkan kekayaan, akan merana seperti burung bangau tua di kolam yang tidak ada ikannya.

Catatan Mendalam

Sang Buddha mengajarkan syair ini di Isipatana mengenai Mahadhana, putra seorang bendahara kaya. Ia dan istrinya mewarisi kekayaan yang sangat besar namun memilih kehidupan yang penuh kesenangan duniawi dan berfoya-foya, menghabiskan seluruh harta mereka bersama teman-teman yang buruk. Pada akhirnya, mereka kehilangan segalanya dan menjadi pengemis jalanan. Melihat mereka, Sang Buddha menyatakan bahwa seandainya mereka mengelola kekayaan di masa muda, mereka bisa menjadi keluarga terkaya di kota; seandainya mereka memilih jalan spiritual, mereka bisa mencapai tingkat Arahat. Sebaliknya, mereka menyia-nyiakan potensi mereka baik di ranah duniawi maupun spiritual. Kisah ini berfungsi sebagai peringatan mendalam: hidup tanpa tujuan dan pandangan ke depan pasti berujung pada penderitaan. Di saat kaya, teman-teman palsu berlimpah, tetapi ketika nasib buruk menimpa, seseorang akan ditinggalkan sendirian. Sang Buddha menasihati kita untuk memanfaatkan masa muda guna membangun fondasi yang kuat—baik dalam hal penghidupan maupun praktik spiritual—agar kita tidak berakhir melarat dan penuh penyesalan, seperti burung bangau tua yang kelaparan di tepi kolam yang mengering.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 155. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?