1. Bergegaslah berbuat kebajikan dan kendalikan pikiranmu dari kejahatan; barangsiapa lamban berbuat bajik, maka pikirannya akan senang kejahatan.
Lebih baik hidup satu hari dengan penuh semangat dan tekad daripada hidup seratus tahun dengan lamban dan tidak bermoral.

Catatan Mendalam

Baik dalam kehidupan duniawi maupun praktik spiritual, ketekunan sangatlah penting. Di dunia ini, tidak ada orang yang berhasil dengan bermalas-malasan. Pelajar, petani, dan ilmuwan semuanya bekerja tanpa lelah untuk mencapai tujuan mereka, meskipun ketekunan mereka sering didorong oleh keinginan duniawi. Pemalas menjadi beban masyarakat dan sering menggunakan tipu daya untuk bertahan hidup tanpa usaha. Dalam ranah spiritual, situasinya serupa. Jika umat Buddha awam malas, mereka tidak menuai manfaat spiritual. 'Ketekunan' dalam Buddhisme berarti secara aktif menumbuhkan kebajikan, seperti yang diajarkan dalam Empat Usaha Benar: mencegah kejahatan yang belum muncul, meninggalkan kejahatan yang telah muncul, menumbuhkan kebajikan yang belum muncul, dan mempertahankan kebajikan yang telah muncul. Bagi para biarawan, ketekunan lebih penting lagi untuk membasmi kekotoran batin. Kemarasan mengarah pada kemerosotan spiritual. Oleh karena itu, Buddha mengajarkan bahwa hidup seratus tahun dalam kemalasan adalah eksistensi yang sia-sia. Sebaliknya, hidup hanya satu hari dengan tekad yang kuat dan ketekunan yang murni jauh lebih bermakna.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 112. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?