9. Dalam dunia ini, pengorbanan dan persembahan apapun yang dilakukan oleh seseorang selama seratus tahun untuk memperoleh pahala dan perbuatannya itu, semuanya tidak berharga seperempat bagian pun daripada penghormatan yang diberikan kepada orang yang hidupnya lurus.
Menaklukkan diri sendiri jauh lebih baik daripada menaklukkan orang lain. Bahkan dewa, malaikat, Mara, atau Brahma tidak dapat mengubah menjadi kekalahan kemenangan seseorang yang telah menaklukkan dirinya dan selalu mengendalikan perilakunya.

Catatan Mendalam

Syair ini diajarkan kepada seorang penjudi yang hanya memahami keuntungan dan kerugian duniawi. Sang Buddha menjelaskan bahwa kemenangan duniawi—baik dalam pertempuran, kompetisi, atau perjudian—hanya memelihara ego dan melanggengkan konflik serta penderitaan. Seseorang mungkin menaklukkan orang lain namun tetap menjadi budak keinginannya sendiri. Kemenangan sejati membutuhkan pengendalian diri yang konstan dan penundukan keserakahan. Berbeda dengan sensasi sesaat dari kemenangan duniawi yang sering kali berujung pada kehancuran, menaklukkan diri sendiri membawa kejernihan sejati, kasih sayang, dan kedamaian abadi.

🌿

Asisten Zen AI

Aktif

Selamat datang. Saya asisten Zen AI Anda, di sini untuk membantu Anda merenungkan Ayat 104. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau ingin menjelajahi maknanya lebih jauh?